SUARA INDONESIA PROBOLINGGO

Soal Pernyataan Menag, Ketua Ansor Kraksaan Sebut Ada Framing yang Ingin Buat Gaduh

Iwan Setiawan - 25 February 2022 | 18:02
Peristiwa Soal Pernyataan Menag, Ketua Ansor Kraksaan Sebut Ada Framing yang Ingin Buat Gaduh
Ilustrasi kontroversi pernyataan Menag RI, Yaqut Cholil Qoumas tentang pengeras suara adzan. (Foto: suara.com media jejaring suaraindonesia.co.id)

KRAKSAAN- Pimpinan Cabang GP Ansor Kraksaan, Zen Ubaidillah ikut angkat bicara soal kontroversi pernyataan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengenai aturan pengeras suara, Jumat (25/02/2022).

Pihaknya mengaku tidak tertarik menanggapi masalah yang tidak lagi murni. Ungkapan Menag terkait pengeras suara di tempat ibadah sengaja dipelintir dan diframing oleh pihak yang mau menyudutkan Menag Yaqut.

Dalam pandangannya polemik Menag ini ada pembingkaian (framing) berita dengan tujuan membuat gaduh. Dia meminta agar masyarakat menyikapi masalah ini dengan cerdas. 

"Coba cermati videonya mas, saya rasa di situ sama sekali tidak ada unsur penistaan agama. Dan lagi peraturan pengeras suara sudah ada sejak tahun 1978 dan itu yang mengatur Depag lewat Dirjen Bimas Islam no. Kep/D/101/1987," ungkapnya kepada suaraindonesia.co.id.

Menurut kajiannya, tidak ada satupun kata membandingkan atau mempersamakan antara adzan atau suara yang keluar dari masjid dengan gonggongan anjing. Menteri Agama justru mempersilahkan, bahkan mengajak umat Islam untuk menggunakan pengeras suara sebagai syiar dakwah. 

Framing ini, sebut Zen jelas teknik manipulasi informasi yang ditujukan memancing sisi emosional umat Islam dengan sudut pandang membenturkan sesuatu yang sakral dengan hal yang tabu. Pola lama yang dicoba lagi.

"Kelompok-kelompok yang tidak suka dengan kita (umat Islam) mencoba membuat gaduh mas" tegasnya. 

Pernyataan Menag, lanjutnya adalah memberikan beberapa contoh sumber kebisingan dalam masyarakat secara faktual. Tidak ada unsur menyamakan suara adzan dan suara anjing sama sekali.

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Iwan Setiawan
Editor : Lutfi Hidayat

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya