default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Demi Jaga Kondusifitas, GP Ansor Bondowoso Tolak Kedatangan Gus Nur

Demi Jaga Kondusifitas, GP Ansor Bondowoso Tolak Kedatangan Gus Nur
Peristiwa Nasional
Kapriyanto, Ketua PC GP Ansor Bondowoso
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

BONDOWOSO - Pimpinan Cabang GP Ansor Bondowoso tolak rencana kedatangan Ustad Sugi Nur Raharja Alias Gus Nur, yang akan menjadi pembicara dalam acara pengajian rutin bulanan tafsir jalalain yang ke-73 di Pondok Ponpes Al- Islah di Desa Dadapan, Kecamatan Grujugan, Kabupten Bondowoso, Jawa Timur.

Penolakan itu menurut Kapriyanto Ketua PC GP Ansor Bondowoso, dilakukan karena Gus Nur adalah salah satu penceramah yang sering menghina Kiai-kiai N.

Bahkan, kata Kapriyanto, dia (Gus Nur) juga sering mengeluarkan kata-kata kasar yang tidak sepantasnya diucapkan oleh seorang penceramah.

“Kami tolak datang ke Bondowoso ini untuk menjaga stabilitas dan kondusifitas kota Tape dari hal-hal yang berpotensi memecah belah kerukunan berbangsa, maupun ber-Negara, maka sepantasnya ustad Sugi Nur wajib ditolak untuk datang ke Bondowoso dengan," kata Kapriyanto pada media, Kamis (22/8/2019).

Kapri menambahkan, kedatangan Gus Nur di Bondowoso berpotensi mengusik Ukhuwah Islamiah yang sudah berjalan damai dan nyaman di kota ini.

Dia membeberkan, bahwa Gus Nur memiliki ‘track recor’ negatif di setiap melaksanakan ceramah, karen isinya sangat provokatif, serta berkutat pada tema-tema politik praktis serta hujatan kepada berbagai pihak.

Dia menuturkan sangat mudah sekali untuk mengetahui bagaimana isi cearamah Gus Nur yang sangat kasar dan berisi maki-makian itu.

”Di Sosial Media dan Youtube ada banyak kok tentng ceramah Gus Nur yang penuh dengan kata-kat negatif dan mengandung unsur ujaran kebencian,” ujarnya.

Pria yang pernah menjabat sebagai Ketua PC IPNU Bondowoso itu berharap agar Ponpes AL Islah bisa mengkaji kembali terkait kedatangan Sugi Nur untuk mengisi sebagai pembicra pengajian tersebut demi menjaga kondusifitas kabupaten Bondowoso.

Katanya, Ansor tidak ingin kejadian seperti di luar terjadi juga di kabupaten yang memiliki julukan Bondowoso Republik Kopi ini.

“Sugi Nur Raharja merupkan penceramah yang ‘abal-abal’, karena tidak memiliki keilmuan yang mempuni di bidang Agama Islam. Terbukti dia sempat mengakui sendiri tidak bisa baca kitab kuning,” pungkasnya.


Kontributor : Bahrullah
Editor : Imam Hairon
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar